Sunday, March 7, 2010

(500) Days of Summer: Revolution of Love Story Movie


Jika membahas film ini sekarang mungkin rasanya telat banget karena ini adalah film keluaran 2009. Namun, sebagai salah satu film terbaik yang ku tonton 2009, film ini cukup berkesan buat. (500) Days of Summer keberadaannya sudah lama ku dengar dari kakakku yang di facebook nya selalu 'mendewakan' ini film. Dan dari beberapa temen-temen ku yang cerita tentang film ini akhirnya kesampaian juga nonton.

(500) Days for Summer adalah sebuah film yang bercerita tentang sebuah cinta. Dari awal narasi udah dibilang, ini bukan film cinta melainkan film tentang cinta. Film yang tidak klise dengan ending yang sungguh membuat siapapun orang yang nonton akan langsung tertohok. Bisa dibilang ini adalah posmodern film drama komedi cinta. Sebuah revolusi cerita relialitis yang akan dialami orang-orang. Ceritanya tentang seorang Tom Hansen yang jatuh cinta pada Summer Finn yang tidak cinta sama dia. Sesederhana itu.

Rasanya wajar bahwa ada seorang Tom yang begitu 'nggerus' dalam percintaan. 500 hari adalah waktu yang panjang buat dia untuk mencintai seorang wanita macam Summer, yang selalu tau apa yang dia mau dan bertindak sesuai apa yang dirasa buat dia pas.
Akhir yang grantes yang jika menohok buatku.

Betapa ratusan hari yang dilalui bersama, bahkan dengan segala macam kesukaan yang sama pula tidak berarti bahwa mereka berdua adalah soulmate. Dan mungkin, bertemu dengan orang yang kita cintai sekarang tidak menunjukkan bahwa kita berdua adalah pasangan jiwa. Karena pilihan itu selalu ada. Karena jalan untuk ditemukan dan menemukan pasangan jiwa itu selalu penuh misteri. Sering kali saya merasa adalah seorang Tom yang sedang mengalami tahapan panjang untuk kembali hidup setelah menjadi seorang zombie. Flashing back all the memories and try to find why things are went wrong. Mungkin, aku sedang terjebak dalam kenangan lama dan panjang mengenai apa yang salah selama ini. Aku mencari-cari terus. Butuh waktu lama lebih 500 hari buatku. Dan hari-hari yang panjang itu masih berlanjut. Betapa enaknya tenggelam dalam masa lalu karena di sana aku melihat bahwa kami tertawa bahagia. Sementara sekarang dia tertawa dan aku tidak tahu apakah tawa ku ini sudah betul-betul tulus atau belum.

Never mind. Bitter sweet life always coming for everyone. Semoganya pasti akan bisa dilewati dengan baik. Fight for something. Fight for the happiness.

Sunday, February 21, 2010

Bad Story

Beberapa hari belakangan ini ada kejadian heboh di lingkungan sekitarku. Sebetulnya aku pengen menceritakan kisah yang menyenangkan--at least some happy ending story. Tapi sayangnya bukan. Kejadian heboh ini berasal dari salah seorang temen maen saya waktu kecil yang menculik keponakannya sendiri demi uang 10 juta. Berita itu sempat heboh dimana-mana dari koran lokal hingga tv nasional pun turut meliput kejadian tersebut sehingga mau tidak mau ceritanya heboh dan tersebar hingga kemana-mana. Jejaring sosial pun jadi tempat tercepat untuk saling bertukar informasi.

Sedih juga rasanya mendengar berita itu. Awalnya saya kepengen nggak percaya tapi kok penasaran dan akhirnya memang fakta yang berbicara. Bukan cerita yang mengenakkan apalagi datang dari seseorang yang kita kenal dengan baik. Sebagai teman sejak kecil dan juga pernah tetanggaan selama bertahun-tahun tentu saja saya mengenal seluruh keluarganya dan historisnya. Bisa dibilang teman baik semenjak kecil.

Rasanya saya pengen tanya padanya, 'apa yang ada dipikiranmu hingga melakukan itu?' bukan dengan nada memojokkan tetapi sekedar pertanyaan murni hanya ingin tahu. Bukankah sungguh menyakitkan rasanya apabila kita melukai perasaan keluarga kita sendiri. Mungkin hidup yang dia pilih begitu berat rasanya untuk dijalani hingga memutuskan mengambil jalan pintas yang mudah kelihatannya. Saya nggak tau, karena bukan jadi seorang teman yang baik bagi dia untuk menyandarkan masalah. Hidup terasa sangat berat untuk seorang perempuan berusia 21 tahun dengan seorang anak tanpa suami? Tentu saja. Mungkin pula tekanan keluarga dan tetek bengek lain yang hanya dia sendiri yang tahu.

Well, mate. Be strong. Don't doing that stupidity again.
Kesempatan kedua akan selalu diberikan Tuhan kepada makhlukNya yang bertobat.
Saya selalu percaya ada kesempatan kedua untuk segalanya.

Wednesday, February 17, 2010

Pop Up!

Waktu dulu jaman SMP, setelah murtad dari ekskul badminton kemudian saya berpindah aliran menuju ekstrakulikuler teater. Dari olahraga jasmani menuju olah raga dan jiwa. Ekstrakulikuler teater sendiri, awalnya bentukan dari mas-mas KKN-PPL di sekolah saya saat kelas 1 smp. Dipimpin kakak yang paling yahud sekelompok KKN-PPL itu sebutlah namanya yang tidak yahud itu mas Jonet. Dia ini otak dari kegiatan teater di SMP saya hingga berhasil menyelenggarakan satu buah pertunjukan puisi. Cuma satu aja, soalnya selepas KKN-PPL selesai, otomatis bubar jugalah kegiatan yang tidak resmi itu.

Namun, selama beberapa saat saya suka sekali dengan kegiatan itu. Mungkin, ada sedikit bakat alam dimana saya suka sekali menyelami berbagai macam emosi. Dan kegiatan seni tidak melulu hanya deklamasi namun upaya sebuah pengenalan karakter dan membidani ragam macam olah jiwa. Ok, kayaknya terlalu berlebihan karena saya hanya sebentar berkecimpung di dunia teater itu. Akan tetapi pengalaman itu cukup mengena di hati.
Oleh mas Jonet, saya dan beberapa teman dekat yang tertarik nyebur di teater, diajari berbagai macam teknik. Mulai dari pernafasa, penyelaman lakon, dan artikulasi suara. Salah satu pelajarannya adalah meningkatakan daya konsentrasi dalam teknik pernafasan. Kita diajari seperti bermeditasi, mengambang dalam kesunyian namun harus berkonsentrasi dengan baik agar tidak gampang pecah. Disela-sela 'meditasi' kadang mas-mas itu tadi kadang mencoba memusatkan konsentrasi dengan bercerita. Bahkan ada satu orang yang namanya paijo malahan menyuruh kita berlatih di rumah dalam bentuk perenungan.
"Bayangkan saja, ketika kalian berbaring saat hendak tidur di malam hari, sembari menatap langit-langit kamar yang gelap. Perlahan-lahan kalian akan teringat kembali perjalanan hidup kalian. Bahkan tak jarang kalian akan menangis. Pada saat itulah diri kalian akan menjadi sangat rapuh dan kecil dalam kegelapan."
Wow, kata-kata yang hebat sekali. Namun ketika ku praktekan yang ada hanya dalam waktu 5 menit saja saya sudah terlelap. Tidur nyenyak. Tidak pernah satu kalipun berhasil. Ya iyalah, memang perjalanan hidup macam apa yang sudah dialami oleh anak umur 13 tahun? PR Matematika, ujian naik kelas, nggak mau temenan sama si B, naksir si D. Paling banter kalo inget masa lalu adalah mendapat nilai bagus ketika lulus SD.
Ketika itu saya tidak pernah mengerti omongan mas-mas itu deh. Pertobatan macam itu ku rasa tidak akan dialami oleh anak kelas 1 SMP. Hehehe..
Tapi, itu satu fase yang menarik dalam hidupku dan aku teringat saat-saat itu sekarang, ketika aku berumur 21 tahun, tengah memandang langit-langit rumahku dalam kegelapan karena listrik mati. Perkataan itu baru ku pikirkan sekarang. Dan salah satu scene masa lalu tiba-tiba melesat keluar--pop up, dalam kepala ku. Muncul tiba-tiba hingga membuatku tersenyum. Saat inilah, mungkin adalah waktu dimana sudah waktunya saya banyak melamunkan masa depan dan masa lalu secara bersamaan. Membayangkan banyak hal yang sudah terjadi di belakang dan belum terjadi keesokan harinya. Perasaanku begitu random. Melompat-lompat karena terkadang senang, bahagia, sedih oleh kenangan-kenangan juga pemikiran yang membelit otak.
Hanya sebentar saja saya ikut teater. Sedikit pula pengalaman untuk pentas. Di SMA pernah sebentar ikut namun karena ketidak cocokan jadwal membuat saya tidak bisa bergabung lebih lama. Sampai sekarang saya masih suka drama, teater, dan sedikit seni. Hanya penikmat, bukan kritikus, pemain, apalagi pemikir di dalamnya. Namun saya masih memainkan drama hidup saya--tidak sedramatis sinetron, hanya sebiasa drama hidup yang lainnya.

Tuesday, February 9, 2010

Stagnan

Bekerja?
Apakah ini rasanya?

Mungkin hanya sedikit yang baru terasa, namun rasanya sudah mengumpul di kepala.
Bukan perasaan memuakkan sebetulnya, akan tetapi rasa yang sulit.
Sulit untuk diuraikan karena ujung-ujung benang yang saling tarik-menarik.
Aku juga tidak punya keberanian.
Selesai satu hal, tambah satu hal lain.

Lalu, rumah bagaimana kabarmu?
Hal yang selalu membuatku merasa sangat bersalah.
Semuanya tidak masalah tetapi tidak untuk yang satu ini.

Hah. Rasanya tidak bisa berpikir. Ingin mengambang tapi tetap saja terpancing.
Tapi aku takut..
tidak lagi peduli,
tidak lagi berpikir netral,
tidak lagi bersikap sabar
tidak lagi nyaman

Kecil sekali..sangat kecil..hal sepele..

Fight!

Saturday, January 2, 2010

Rewind 09

Tahun Baru. Woaaaa...rasa-rasanya aku tidak turut dalam euforia pergantian tahun baru ini. Malam tahun baru memilih di rumah sementara teman-teman kampus asyik nongkrong di perpus kampus sampe pagi. Dan kemudian sukes tidur jam 10 malam pada tanggal 31 Desember 2009. Tidak nge-tweet ataupun update status di facebook soal tahun baru. Nggak selera ikutan euforia kali ini. Yang terjadi biar terjadi...cuek, yang di depan mata--seabrek tugas membuatku mati rasa. Mungkin aku kehilangan aroma bersenang-senangku. :)

2009 kemarin, apa saja yang udah dilakukan ya?
1. Ikutan Green Map Mandala Borobudur yang bikin kenal sama banyak orang baru. Senang berkenalan dengan relasi baru. Bahkan sampai membuatku pergi ke Malang untuk pertama kalinya.
2. Sertifikasi Selam A1 di Karimun Jawa dan membuatku sampai ke Kepulauan Seribu dalam rangka ultah Metro TV.
3. Kerja musim panas, skoring BCB sama dinas pariwisata Jogja. Dan beberapa kerjaan yang menghasilkan, hehehehe :)
4. Hal-hal tentang hidup, cerita cinta, dan pendewasaan. Aku sangat menikmati perjalanan hingga sampai ke sini.

Semuanya belajar untuk mejadi dewasa dari hari ke hari.
Lalu resolusi di 2010?

H A P P I N E S S
:)