Showing posts with label political view. Show all posts
Showing posts with label political view. Show all posts

Monday, February 25, 2013

Licin

Ketika Tahun Baru Imlek tahun yang lalu, ramai sekali surat kabar memberitakan tentang resolusi di tahun ular ini. Ahli ramal angkat bicara mengenai tahun yang disimbolkan hewan licin berdarah dingin ini. Represntasi kelicikan ular ini direfleksikan pada gambaran kemungkinan tahun 2013 sebagai tahun politik yang penuh kelicikan. 

Yah. Saya bicara mengenai tahun 2013 sebagai tahun terpanas di panggung politik Indonesia. Setahun menjelang pemilihan presiden. Sepanjang hidup saya--semenjak sekolah dasar saya mengikuti berita politik Indonesia, mungkin ini adalah pertama kalinya saya merasa politik paling kotor yang pernah terjadi di Indonesia. Semua orang berebut kursi kekuasaan, blocking media demi menyetir opini masyarakat, lompat sana-sini mencari koalisi. You name it. Apa lagi yang belum dilakukan politisi itu?

Kali ini saya ragu untuk memilih. Ada ketakutan tersendiri kita nanti pilihan kita justru akan membuat kesalahan bagi negara ini. Namun, bila tidak memilih kita juga tidak bisa mengeluh karena negara tidak bisa melakukan apapun. 

Kegamangan saya, mungkin mewakili perasaan anak muda yang memiliki ketidak percayaan besar terhadap sistem pemerintahan yang sudah sakit begini. Politik semakin kotor, kehilangan sosok pemimpin yang mampu membuat kita bekerja sama antara negara dan rakyat. Dan dengan kepercayaan diri seperti apa anda yakin memiliki kemampuan dan kebaikan untuk menjadi pemimpin? 

Tanyakan pada orang-orang yang berlomba mencari capres 2014. 

Monday, November 12, 2012

Pesta Demokrasi

If you're not vote, you can't complain - Aerosmith
Saya mendengar kalimat tersebut tatkala tv berita menyiarkan tentang Band Aerosmith yang mengeluarkan album teranyar mereka pada tanggal 6 November 2012 yang juga bertepatan dengan pemilu presiden Amerika. Album mereka keluar bukan dalam rangka kampanye politis--mereka tidak memihak namun tetap mengajak warga Amerika untuk memilih dan menyumbangkan suara demi negara.

Ya benar, jika kamu tidak menggunakan hak pilih mu maka kamu tidak boleh mengeluh. Pernyataan mereka sungguh menggelitik untukku. Hal itu berarti membenarkan diriku untuk dapat mengeluh pada kinerja pemerintah yang katanya telah dipilih di negara ini dengan demokrasi. Apapun pilihannya, entah memilih presiden yang sekarang atau pun yang berbeda. Kita boleh mengeluh pada kinerja pemerintah yang katanya juga telah diberi amanat oleh rakyat untuk dapat memajukan negara.

3 tahun pemerintah baru yang terpilih ini telah berjalan. Menuju pemilihan presiden yang akan diselenggarakan tahun 2014 nanti, semua orang nampaknya juga pasang badan sejak hari ini. Ada saja berita tokoh ini, tokoh itu, pemimpin ini, pemimpin itu, parpol ini, parpol itu. Semua orang mengeluh atas kinerja presiden yang sekarang. Banyak yang tidak puas, entah karena katanya politik pencitraannya yang bikin muak masyarakt. Lagi-lagi kita mengeluh, karena korupsi justru malah makin terang-terang dipraktikan tidak punya malu lagi. Sudah berapa banyak komplen kita kepada negara ini dibandingkan dengan pujian atas kinerja pemerintah yang sudah berjalan ini selama ini? Tapi rasanya keluhan kita justru tidak membuat perubahan apapun. Politik negeri ini masih saja seperti ini. Monoton dan menyebalkan.

Apakah nanti datang saatnya, seorang pemimpin yang membuat kita tidak akan pernah mengeluhkan kepemimpinannya hadir di negara ini? Yang pasti saya harap, orang itu bukan politisi kacangan seperti yang di televisi. Namun sosok orang yang akan membuat kita simpatik--dibanding mengeluh kita akan bekerja sama dengan pemimpin tersebut dengan tidak mengeluh.